Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
February 24, 2026
NEWSLIVE

Anggaran KIP Kuliah 2026 Naik Jadi Rp15 Triliun, Sasar 1Juta Mahasiswa

rifamahmudah
  • Februari 24, 2026
  • 2 min read
Anggaran KIP Kuliah 2026 Naik Jadi Rp15 Triliun, Sasar 1Juta Mahasiswa

NEWSLIVE – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi memastikan anggaran Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah terus meningkat. Pada Tahun Anggaran 2026, alokasi dana KIP Kuliah berdasarkan DIPA mencapai Rp15,32 triliun dengan sasaran 1.047.221 mahasiswa penerima.

Angka tersebut naik dibanding 2025 yang sebesar Rp14,9 triliun dengan total penerima 1.044.921 mahasiswa. Jika dibandingkan tahun 2020, anggaran KIP Kuliah tercatat sebesar Rp6,5 triliun, menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam enam tahun terakhir.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan KIP Kuliah merupakan instrumen strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

“KIP Kuliah adalah jembatan harapan bagi anak-anak berprestasi dengan keterbatasan ekonomi agar tetap bisa kuliah dan lulus pendidikan tinggi,” ujarnya.

Skema Distribusi Berbasis Data

Mulai 2025, pengelolaan KIP Kuliah dilakukan oleh Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT). Distribusi penerima kini berbasis data sosial ekonomi dan hasil seleksi nasional.

Untuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN), prioritas diberikan kepada siswa pemegang Kartu Indonesia Pintar (KIP) SMA/sederajat atau yang terdata dalam DTKS/PPKE maksimal desil 3 yang lulus Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Sementara untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), kuota didistribusikan oleh LLDikti berdasarkan daya tampung dan akreditasi program studi di masing-masing wilayah.

Mulai 2026, prioritas penerima mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Penerima difokuskan pada lulusan SMA/SMK dari keluarga desil 1 hingga desil 4.

Penurunan di Kampus Tertentu Bukan Pengurangan Nasional

Kemdiktisaintek menegaskan, jika terjadi penurunan jumlah penerima di perguruan tinggi tertentu, hal itu tidak berarti pengurangan kuota nasional maupun pemotongan anggaran.

Baca Juga:  Dugaan Pengiriman Senjata Korea Utara ke Rusia dan Dampaknya Terhadap Krisis Ukraina

Sebagai contoh, Universitas Negeri Medan pada 2024 menerima sekitar 1.000 mahasiswa baru KIP Kuliah, namun meningkat menjadi lebih dari 3.000 pada 2025 karena banyak siswa penerima KIP SMA lulus SNBP dan SNBT.

Sebaliknya, di Universitas Gadjah Mada jumlah penerima turun dari sekitar 1.900 mahasiswa baru pada 2024 menjadi sekitar 708 pada 2025, karena jumlah siswa dari kelompok prioritas yang lolos seleksi lebih sedikit.

Pemerintah menyatakan penyesuaian tersebut merupakan konsekuensi distribusi berbasis data dan hasil seleksi tahun berjalan.

Komitmen Perluas Akses

Dengan anggaran yang terus meningkat dan sistem distribusi berbasis data terintegrasi, pemerintah menegaskan komitmen menjaga akses pendidikan tinggi tetap terbuka bagi mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin.

“Kami mengajak lulusan SMA/SMK dari keluarga kurang mampu untuk tidak khawatir melanjutkan kuliah. KIP Kuliah menjadi sarana meraih masa depan lebih baik,” ujar Menteri Brian. Program KIP Kuliah disebut sebagai salah satu pilar penting penguatan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan tinggi yang inklusif dan berkeadilan. (Shin)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *