Harga emas akan turun seiring penguatan dolar AS

NEWSLIVE – Di tengah gelombang optimisme yang melanda pasar global, harga emas berjangka di COMEX New York Mercantile Exchange terlihat mengambil langkah mundur.
Dilansir dari Antara, Pada sesi Kamis yang berakhir Jumat pagi, kontrak emas untuk pengiriman April terpantau turun sebesar $6,00 atau sekitar 0,28%, berakhir pada angka $2.161,50 per ons. Penurunan ini terjadi seiring dengan penguatan dolar AS yang menjadi sorotan utama para pelaku pasar.
Momentum kenaikan harga emas yang terjadi pekan lalu tampaknya memasuki fase penyesuaian. Koreksi dan konsolidasi menjadi kata kunci dalam dinamika pasar saat ini, sejalan dengan siklus alami setelah periode kenaikan yang signifikan.
Dari sisi data ekonomi, laporan yang dirilis pada Jumat, 15 Maret, menunjukkan gambaran yang beragam. Federal Reserve AS melaporkan peningkatan produksi industri sebesar 0,1% pada bulan Februari, sebuah pembalikan dari penurunan yang terjadi selama dua bulan berturut-turut.
Namun, indeks sentimen konsumen yang dirilis oleh University of Michigan mengalami penurunan ke angka 76,5 pada bulan Maret, sedikit lebih rendah dari nilai 76,9 yang tercatat pada bulan Februari.
Sementara itu, indeks kondisi bisnis Empire State yang dikeluarkan oleh The Fed New York, yang menjadi barometer aktivitas manufaktur di negara bagian tersebut, turun drastis sebesar 18,5 poin pada bulan Maret, mencapai titik negatif 20,9. Penurunan ini menandakan adanya perlambatan dalam sektor manufaktur di New York.
Dalam perkembangan terkait, Federal Reserve dijadwalkan untuk mengadakan pertemuan kebijakan moneter bulan Maret pada hari Selasa, 19 Maret, yang akan berlangsung hingga pengumuman kebijakan pada hari Rabu, 20 Maret.
Pasar keuangan menantikan hasil pertemuan ini dengan penuh antisipasi, mencari petunjuk tentang arah kebijakan moneter AS ke depan.
Di sisi lain, logam mulia lainnya seperti perak dan platinum juga menunjukkan pergerakan harga. Kontrak perak untuk pengiriman Mei mengalami kenaikan sebesar 32,10 sen atau 1,28%, ditutup pada $25,381 per ons.
Sementara itu, platinum untuk pengiriman April mencatat kenaikan sebesar $7,80 atau 0,97%, berakhir pada $943,50 per ons.
Kenaikan ini menandakan adanya dinamika yang berbeda antara logam mulia, dengan perak dan platinum menunjukkan kekuatan di tengah penyesuaian harga emas.
Pasar logam mulia terus bergerak dinamis, dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi global dan domestik. Pelaku pasar tetap waspada terhadap setiap perubahan yang terjadi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, untuk mengambil keputusan investasi yang tepat.
Dengan situasi yang terus berkembang, mata investor akan terus tertuju pada indikator-indikator ekonomi dan kebijakan moneter yang akan datang.