Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
May 25, 2024
NEWSLIVE

Mesir bakal Ancam Israel jika Serang Rafah

Wijaya
  • Mei 10, 2024
  • 2 min read
Mesir bakal Ancam Israel jika Serang Rafah

NEWSLIVE – Dalam bayang-bayang ketegangan yang meningkat, Mesir telah mengeluarkan peringatan tegas kepada Israel terkait rencana invasi darat ke Rafah, sebuah langkah yang menandakan keseriusan Mesir dalam menghadapi perkembangan situasi terkini. Kementerian Luar Negeri Mesir, dalam pernyataan resminya, mendesak Israel untuk menunjukkan pengendalian diri maksimal dan menghindari eskalasi yang dapat memperburuk situasi yang sudah sangat sensitif, terutama di tengah negosiasi gencatan senjata dan pembebasan tawanan yang sedang berlangsung.

Menurut laporan Al Jazeera, serangan apapun oleh Israel ke Rafah akan menimbulkan risiko kemanusiaan yang sangat besar, mengancam kehidupan lebih dari satu juta warga Palestina yang tinggal di area tersebut. Mesir menegaskan komitmennya untuk terus berkomunikasi dengan semua pihak yang terlibat, berupaya mencari solusi yang dapat mengakhiri ketegangan.

Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan kekhawatirannya bahwa situasi dapat berlanjut menjadi lebih buruk, meskipun ada peluang untuk negosiasi gencatan senjata. Di Washington, muncul spekulasi bahwa Israel mungkin akan melanjutkan rencananya sebagai strategi untuk memaksa Hamas duduk di meja perundingan dan menyetujui syarat-syarat yang diajukan oleh Israel.

Komentar kontroversial Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang menyatakan ketidakpercayaan terhadap janji-janji non-Yahudi, telah memicu kemarahan di Washington, terutama mengingat dukungan yang diberikan oleh Presiden Joe Biden kepada Israel, termasuk dukungan militer.

Pemerintah AS telah berulang kali menekankan bahwa Israel harus berhati-hati dalam tindakan militernya di Gaza, dengan mempertimbangkan dampak kemanusiaan. Meskipun ada tekanan dari AS untuk mengurangi korban sipil, belum ada bukti nyata di lapangan yang menunjukkan adanya perubahan signifikan.

Sally Abi-Khalil, direktur regional Oxfam untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, mengecam klaim Israel bahwa evakuasi warga sipil dapat dilakukan dengan aman, menyebutnya tidak lagi kredibel setelah serangan berkepanjangan terhadap warga sipil dan pekerja bantuan. Dia menegaskan bahwa invasi darat Israel ke Rafah adalah sesuatu yang tidak dapat diterima dan harus dicegah.

Baca Juga:  Provinsi Riau Kembali Menerima Bantuan Sambungan Listrik Baru

Dia juga menyerukan kepada negara-negara berpengaruh untuk mengambil tindakan sebelum terjadi lebih banyak tragedi, mendesak agar gencatan senjata permanen segera terwujud, yang akan mengakhiri kematian dan kehancuran, memungkinkan bantuan lebih banyak masuk ke Gaza, dan memfasilitasi pembebasan para sandera. Ketakutan yang dirasakan oleh penduduk Rafah sangat nyata, dan mereka yang telah terpaksa mengungsi berkali-kali kini menghadapi prospek harus pindah lagi. Abi-Khalil menekankan bahwa tindakan harus diambil sekarang untuk menghindari lebih banyak kekejaman dan memastikan perdamaian dan keamanan bagi warga Gaza.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *