Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
June 23, 2026
TEKNOLOGI

DARPA Kembangkan Baterai Militer 10 Kali Lebih Bertenaga

Wijaya
  • Juni 22, 2026
  • 2 min read
DARPA Kembangkan Baterai Militer 10 Kali Lebih Bertenaga

TEKNOLOGI – Badan Riset Proyek Pertahanan Lanjutan Amerika Serikat (DARPA) tengah memulai langkah ambisius untuk menciptakan generasi baru baterai militer yang mampu menyimpan energi hingga 10 kali lebih besar dibandingkan teknologi saat ini. Menurut laporan utama Interesting Engineering, program tersebut ditujukan untuk menjawab kebutuhan sistem pertahanan modern yang semakin bergantung pada sumber daya listrik berkapasitas tinggi dan tahan lama.

Inisiatif yang diberi nama ExPEDitions, singkatan dari Expeditionary Power- and Energy-Dense Implementations, berfokus pada pengembangan baterai isi ulang dengan kepadatan energi dan daya yang jauh melampaui standar baterai konvensional. DARPA menargetkan teknologi yang mampu memberikan peningkatan performa antara lima hingga sepuluh kali lipat dibandingkan baterai yang digunakan saat ini.

Target tersebut dinilai penting untuk mendukung berbagai platform, mulai dari drone, kendaraan darat tanpa awak, hingga peralatan militer portabel. Sumber Interesting Engineering menyebutkan bahwa proyek ini akan mengembangkan kimia sel, material, dan arsitektur baterai yang benar-benar baru.Salah satu tantangan terbesar yang ingin dipecahkan adalah kompromi antara kepadatan energi dan kepadatan daya. Baterai modern umumnya harus memilih salah satu: menyimpan energi dalam jumlah besar atau melepaskan energi dengan sangat cepat.

Dalam operasi militer, kedua kemampuan tersebut dibutuhkan secara bersamaan. Sebagai contoh, drone pengintai memerlukan daya tahan terbang yang lama, sementara drone yang melakukan manuver cepat membutuhkan lonjakan tenaga dalam waktu singkat. DARPA berharap teknologi baru ini mampu menggabungkan kedua karakteristik tersebut dalam satu sistem.

Program ExPEDitions dirancang berlangsung selama 36 bulan dan terbagi menjadi dua fase. Pada tahap awal, peserta ditargetkan menghasilkan baterai dengan kepadatan energi lebih dari 1 kilowatt-jam per kilogram. Pada fase berikutnya, sasaran meningkat menjadi lebih dari 2 kilowatt-jam per kilogram, angka yang jauh melampaui kemampuan sebagian besar baterai komersial saat ini.

Baca Juga:  5 Tips Baterai Smartphone Tidak Cepat Kembung

Selain itu, DARPA juga menginginkan umur pakai ribuan siklus pengisian ulang tanpa penurunan kapasitas yang signifikan.Meski belum ada pernyataan langsung atau dialog resmi yang dikutip dalam artikel sumber, proyek ini menunjukkan bagaimana perlombaan teknologi energi semakin menjadi faktor penting dalam menentukan kemampuan sistem otonom dan perangkat elektronik masa depan. Jika target tersebut tercapai, dampaknya berpotensi meluas tidak hanya ke sektor pertahanan, tetapi juga ke berbagai teknologi sipil yang membutuhkan sumber daya berkapasitas tinggi dan efisien.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *