Verbatim Luncurkan Baterai AA dan AAA Lithium-Ion dengan USB-C

Baterai isi ulang terbaru Verbatim membawa pengisian USB-C, output stabil 1,5V, dan diklaim bisa digunakan hingga ribuan kali.

Jayak
By
3 Min Read

TEKNOLOGI – Verbatim memperkenalkan rangkaian baterai isi ulang baru berjenis lithium-ion dalam ukuran AA dan AAA. Berbeda dari baterai rechargeable konvensional yang umumnya menggunakan teknologi NiMH, produk terbaru ini sudah dilengkapi port USB-C sehingga pengguna dapat mengisi ulang baterai secara langsung tanpa membutuhkan charger khusus. Menurut laporan Notebookcheck, Verbatim juga menghadirkan varian baterai 9V dengan teknologi serupa untuk memperluas kompatibilitas produknya.

Teknologi lithium-ion tersebut dipadukan dengan rangkaian konverter tegangan di dalam baterai. Tujuannya adalah menghasilkan output yang sesuai dengan perangkat yang biasanya menggunakan baterai sekali pakai. Model AA dan AAA menghasilkan tegangan konstan 1,5V, sedangkan versi 9V mempertahankan output 9V. Dengan karakteristik tersebut, baterai Verbatim secara teori dapat digunakan pada berbagai perangkat yang menggunakan format baterai standar.

Verbatim mencatat kapasitas energi sebesar 3,15 Wh untuk AA, 0,75 Wh untuk AAA, dan sekitar 3 Wh untuk baterai 9V. Seluruh model dapat diisi ulang melalui konektor USB-C yang terintegrasi pada bodinya. Perusahaan juga mengklaim baterai tersebut dapat diisi ulang setidaknya 1.000 kali. Namun, data teknis menunjukkan kapasitas baterai akan mengalami penurunan seiring penggunaan. Setelah setidaknya 300 siklus, kapasitas diperkirakan masih berada di 80 persen, sedangkan sekitar 1.000 siklus dapat dicapai ketika kapasitas tersisa hanya 10–20 persen.

Ada satu karakteristik penting yang perlu diperhatikan. Karena outputnya dijaga tetap stabil, perangkat yang mengukur sisa daya berdasarkan perubahan tegangan tidak dapat membedakan kondisi baterai penuh dan hampir habis. Notebookcheck memberikan contoh termostat radiator sebagai perangkat yang kurang cocok menggunakan baterai jenis ini karena indikator dayanya dapat menjadi tidak akurat.

Verbatim juga menyebut baterai tersebut memiliki tingkat self-discharge sehingga sebaiknya tidak disimpan lebih dari 60 hari tanpa pengisian ulang. Artinya, produk ini lebih cocok untuk perangkat yang digunakan secara rutin dibandingkan perangkat berdaya rendah yang dibiarkan dalam waktu lama, seperti remote control atau termostat.

Untuk pasar Eropa, paket berisi empat baterai AA maupun AAA dibanderol 12,99 euro, sedangkan satu baterai 9V dijual dengan harga 7,99 euro. Kehadiran USB-C membuat proses pengisian jauh lebih praktis, tetapi karakteristik lithium-ion dan output konstan membuat pengguna tetap perlu memperhatikan jenis perangkat yang digunakan.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *