AMD Klaim CPU Venice Ungguli Nvidia Vera hingga 20 Persen
TEKNOLOGI – AMD mengklaim prosesor server generasi terbarunya, Epyc 9996 berbasis arsitektur Zen 6 “Venice”, mampu mencatat performa lebih tinggi dibandingkan Nvidia Vera dalam pengujian tertentu. Menurut laporan utama Tom’s Hardware, klaim tersebut muncul setelah Nvidia lebih dahulu mempublikasikan hasil benchmark SPEC CPU 2026 untuk Vera. AMD kemudian menggunakan konfigurasi Nvidia sebagai acuan untuk melakukan perbandingan yang disebut sebagai pengujian “apples-to-apples”.
Ravi Kuppuswamy, Corporate Vice President of Compute and Enterprise Solutions AMD, menyambut baik keputusan Nvidia membuka data performa Vera. Ia mengatakan, “We are very happy that Nvidia published their Vera performance numbers.” Menurutnya, AMD sebelumnya memperkirakan keunggulan yang lebih kecil. “Kami sebenarnya cukup konservatif. Saya mengira keunggulan kami hanya akan lebih kecil,” ujar Kuppuswamy dalam penjelasan yang dikutip Tom’s Hardware. Ia menyebut AMD awalnya memperkirakan keunggulan setidaknya 10 persen, tetapi hasil pengujian sementara menunjukkan angka sekitar 20 persen dan proses penyetelan performa belum sepenuhnya selesai.
Dalam data yang dipaparkan AMD, sistem berbasis Venice diklaim menghasilkan throughput sekitar 2,2 kali lebih tinggi dibandingkan Vera. Untuk performa per inti, AMD menyebut keunggulan sekitar 1,2 kali. Namun, perbandingan tersebut perlu dibaca dengan hati-hati karena kedua prosesor memiliki konfigurasi berbeda. AMD menggunakan Epyc 9996 dengan 256 inti dan TDP 600 watt, sedangkan Nvidia Vera memiliki 88 inti. Karena jumlah inti dan karakteristik daya berbeda, angka throughput total tidak sepenuhnya menggambarkan kemampuan masing-masing arsitektur.
Tom’s Hardware juga menyoroti bahwa hasil yang digunakan AMD masih berstatus “estimated”, bukan benchmark resmi SPEC. Pengujian tersebut memang menggunakan data dari proses nyata, tetapi belum memenuhi seluruh persyaratan pelaporan SPEC sehingga hasilnya belum memperoleh status resmi. Nvidia sendiri memosisikan Vera sebagai CPU yang dirancang khusus untuk kebutuhan pusat data dan beban kerja AI, bukan sekadar mengejar jumlah inti terbesar.
Persaingan antara AMD dan Nvidia pun semakin menarik seiring meningkatnya kebutuhan komputasi AI. Nvidia menyebut Vera dirancang untuk memberikan performa tinggi sekaligus efisiensi energi pada beban seperti agentic AI, pemrosesan data, dan reinforcement learning. Sementara itu, AMD terus mendorong Venice sebagai bagian dari generasi baru CPU server berbasis Zen 6. Hasil pengujian resmi dengan metodologi yang sepenuhnya setara masih diperlukan untuk menentukan seberapa jauh perbedaan kinerja kedua platform tersebut.
