ASUS Siapkan Googlebook dengan Punggung Laptop Warna-Warni
TEKNOLOGI – ASUS kembali memperlihatkan perangkat laptop dengan konsep yang cukup unik melalui Googlebook, komputer jinjing berbasis ChromeOS yang ditujukan untuk segmen konsumen umum. Perangkat ini menjadi perhatian karena bagian punggung layarnya dilengkapi panel pencahayaan yang dapat menampilkan berbagai warna. Menurut laporan Kompas Tekno, laptop tersebut diperkenalkan dalam ajang Made by Google dan menjadi salah satu perangkat ChromeOS yang menarik perhatian berkat desainnya yang tidak biasa.
Secara tampilan, Googlebook buatan ASUS tetap mempertahankan bentuk laptop clamshell yang familiar. Layarnya dapat dibuka seperti laptop pada umumnya, sementara keyboard dan touchpad ditempatkan pada bagian bawah. Perbedaan paling mencolok terlihat pada bagian penutup layar yang memiliki area pencahayaan khusus. Panel tersebut memungkinkan pengguna menampilkan efek visual berwarna sehingga perangkat terlihat lebih personal dibandingkan laptop ChromeOS konvensional.
Kompas Tekno melaporkan bahwa panel di bagian belakang tersebut bukan sekadar ornamen. ASUS menyebut teknologi tersebut sebagai Luminous Display, yang memungkinkan bagian belakang laptop menampilkan pola serta warna tertentu. Pengguna dapat menyesuaikan tampilan sesuai preferensi, sehingga laptop dapat memiliki karakter visual yang berbeda ketika digunakan di lingkungan sekolah, rumah, maupun tempat umum.
Dari sisi perangkat keras, Googlebook menggunakan layar berukuran 14 inci dengan resolusi Full HD. ASUS juga membekalinya dengan prosesor Intel Core i3-N305 yang memiliki delapan inti dan dapat mencapai kecepatan hingga 3,8 GHz. Kapasitas memorinya mencapai 8 GB, sedangkan penyimpanan internal tersedia sebesar 128 GB. Kombinasi tersebut ditujukan untuk aktivitas komputasi sehari-hari, termasuk mengakses layanan berbasis web, mengerjakan dokumen, mengikuti pembelajaran daring, serta menikmati konten multimedia.
Perangkat ini menjalankan ChromeOS, sistem operasi Google yang mengandalkan ekosistem layanan berbasis cloud. Pendekatan tersebut membuat Googlebook lebih diarahkan untuk kebutuhan produktivitas ringan dibandingkan pekerjaan berat seperti penyuntingan video profesional atau bermain gim kelas AAA.
Daya tahan baterai juga menjadi salah satu aspek yang ditawarkan. Googlebook disebut mampu digunakan hingga sekitar 15 jam dalam sekali pengisian, meskipun daya tahan sebenarnya dapat berbeda tergantung aplikasi dan pola pemakaian. ASUS turut menyediakan sejumlah konektivitas yang umum ditemukan pada laptop modern.
Kehadiran panel warna-warni membuat Googlebook menjadi eksperimen menarik bagi ASUS di tengah desain laptop yang cenderung seragam. Perangkat ini memperlihatkan bahwa laptop berbasis ChromeOS tidak selalu harus tampil sederhana. Namun, harga dan ketersediaan perangkat secara lebih luas masih menjadi faktor yang akan menentukan seberapa besar daya tarik Googlebook di pasar.
