China Siapkan Kapal Induk untuk Drone Kapal Selam

Kapal induk tanpa awak sepanjang 200 meter ini dirancang membawa robot bawah laut berukuran raksasa.

Jayak
By
3 Min Read

TEKNOLOGI – China dilaporkan tengah membangun sebuah kapal permukaan berukuran besar yang dirancang khusus untuk membawa, meluncurkan, dan mengambil kembali kendaraan bawah laut tanpa awak berukuran raksasa. Jika analisis berdasarkan citra satelit tersebut benar, kapal ini dapat menjadi salah satu platform pertama yang dirancang secara khusus sebagai “mothership” bagi robot kapal selam berukuran besar. TechRadar melaporkan, kapal tersebut saat ini berada di galangan Hudong-Zhonghua Shipyard, Shanghai.

Keberadaan kapal pertama kali diketahui melalui unggahan analis sumber terbuka asal Jepang yang menggunakan nama KAROTASU pada 13 September 2026. Analisis tersebut kemudian ditinjau oleh H I Sutton dari Naval News. Beijing sendiri belum memberikan pengumuman resmi mengenai kapal tersebut, sehingga nama, kemampuan, maupun pihak yang akan mengoperasikannya belum diketahui.

Dari pengamatan yang tersedia, panjang lambung kapal diperkirakan sekitar 200–205 meter atau sekitar 656–672 kaki, dengan lebar sekitar 27–30 meter. Ukuran tersebut membuatnya lebih panjang dibandingkan kapal induk ringan kelas Independence milik Amerika Serikat pada era Perang Dunia II, tetapi masih berada di bawah ukuran kapal induk kelas Essex yang memiliki panjang sekitar 872–888 kaki. Menariknya, kapal tersebut sedang dibangun di dok yang panjangnya diperkirakan mencapai 340 meter atau sekitar 1.115 kaki.

Fungsi utama kapal diperkirakan berkaitan dengan Extra-Extra-Large Uncrewed Underwater Vehicles atau XXLUUV. Kendaraan bawah laut ini memiliki ukuran sekitar 35–45 meter, setara 115–148 kaki, sehingga dimensinya sudah mendekati kapal selam berawak berukuran kecil. Berdasarkan konsep kendaraan serupa yang pernah ditampilkan perusahaan galangan China, jenis drone tersebut diperkirakan dapat memiliki jangkauan hingga 10.000 mil laut.

Desain kapal juga dilaporkan memiliki well deck yang terbuka dari bagian bawah, sistem dudukan dengan 12 lengan, serta hanggar internal yang diperkirakan mampu menampung hingga empat XXLUUV. Fasilitas semacam ini memungkinkan drone tidak sekadar dibawa ke lokasi operasi, tetapi juga menjalani proses peluncuran, pengambilan kembali, perawatan, dan penyediaan suku cadang di laut.

Sebelumnya, pengujian drone bawah laut berukuran besar dilakukan menggunakan dok apung yang membawa kendaraan dari pelabuhan menuju laut. Kehadiran kapal induk khusus berpotensi mengubah pola tersebut karena kendaraan dapat dibawa lebih jauh tanpa bergantung sepenuhnya pada fasilitas darat. Meski begitu, hingga kini status dan kemampuan sebenarnya kapal tersebut masih belum dikonfirmasi secara resmi oleh pemerintah China.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *