Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
September 9, 2026
TEKNOLOGI

NVIDIA DLSS 5 Bikin FPS Anjlok, Autopilot Jadi Solusi?

  • September 8, 2026
  • 2 min read
NVIDIA DLSS 5 Bikin FPS Anjlok, Autopilot Jadi Solusi?

TEKNOLOGI – NVIDIA DLSS 5 kembali menjadi perbincangan setelah pengujian terhadap teknologi neural rendering tersebut menunjukkan konsekuensi besar terhadap performa. Berdasarkan laporan Wccftech sebagai sumber utama, implementasi DLSS 5 pada sejumlah game melalui mod eksperimental dapat memangkas performa secara signifikan. Dalam beberapa pengujian, penurunan frame rate bahkan mencapai lebih dari 50 persen ketika teknologi tersebut diaktifkan.

DLSS 5 sendiri dirancang berbeda dari pendekatan DLSS sebelumnya. Teknologi ini menggunakan model AI untuk memproses kembali tampilan game secara real-time, terutama pada elemen seperti pencahayaan, material, rambut, kulit, dan detail objek. Tujuannya bukan sekadar meningkatkan jumlah frame per detik, melainkan membuat gambar terlihat lebih realistis tanpa harus merender seluruh detail tersebut secara konvensional.

Namun, peningkatan kualitas visual tersebut membutuhkan sumber daya komputasi yang besar. Wccftech mencatat pengujian pada game seperti Control, S.T.A.L.K.E.R. 2, dan Cyberpunk 2077 menunjukkan penurunan performa yang cukup berat. Pada beberapa konfigurasi, GPU RTX 5080 dan RTX 5090 kehilangan lebih dari separuh performanya setelah DLSS 5 diaktifkan melalui implementasi tidak resmi.

Masalah serupa terlihat pada sejumlah game lainnya. Pada Stellar Blade, misalnya, pengguna melaporkan perubahan frame rate yang cukup besar ketika fitur tersebut dinyalakan. Hasilnya memang memperlihatkan peningkatan detail pada wajah, rambut, pakaian, serta pencahayaan, tetapi biaya komputasinya membuat manfaat visual tersebut harus dipertimbangkan dengan performa permainan.

Di sinilah DLSS 5 Autopilot menjadi menarik. Teknologi tersebut dikembangkan untuk mengatur penggunaan neural rendering secara lebih adaptif sehingga beban pemrosesan tidak selalu diberikan secara agresif pada seluruh tampilan. Dengan pendekatan tersebut, performa dapat kembali ke tingkat yang lebih mudah dimainkan dibandingkan konfigurasi DLSS 5 eksperimental yang berjalan penuh. Wccftech menilai pendekatan ini berpotensi menjadi bagian penting dalam membuat DLSS 5 lebih praktis.

Perlu dicatat bahwa sebagian besar pengujian awal tersebut menggunakan implementasi komunitas yang belum memperoleh optimasi dan perangkat pengembang resmi. NVIDIA sendiri memberikan kontrol kepada pengembang untuk mengatur intensitas, model AI, serta area yang mendapatkan efek neural rendering. Karena itu, hasil pada versi final sebuah game belum tentu sama dengan pengujian mod.

Pengujian resmi pada NBA 2K27 juga menunjukkan bahwa DLSS 5 dapat memberikan peningkatan visual besar, tetapi tetap membutuhkan sumber daya GPU yang signifikan. Tom’s Hardware menemukan penurunan performa lebih dari 50 persen pada sejumlah kartu RTX 50 saat fitur tersebut digunakan tanpa bantuan Multi Frame Generation.

Perkembangan DLSS 5 akhirnya memperlihatkan dilema baru dalam teknologi grafis PC: kualitas visual yang semakin mendekati fotorealisme harus dibayar dengan kebutuhan komputasi yang semakin tinggi. Kehadiran Autopilot dapat menjadi salah satu cara NVIDIA mencari titik tengah antara kualitas gambar dan kelancaran permainan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *