Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
August 11, 2026
TEKNOLOGI

Robot ergoCub Belajar “Merasakan” Beban Kerja Manusia

  • August 6, 2026
  • 2 min read
Robot ergoCub Belajar “Merasakan” Beban Kerja Manusia

TEKNOLOGI – Bekerja mengangkat beban berat berdampingan dengan manusia biasanya menuntut robot untuk sekadar kuat, bukan peka. Namun para peneliti dari Italia dan Inggris kini membalik logika itu. Menurut laporan Interesting Engineering, tim dari GenerativeBionics, Italian Institute of Technology (IIT), dan University of Manchester mengembangkan robot humanoid bernama ergoCub yang mampu menyesuaikan diri terhadap gerakan mitra manusianya saat melakukan tugas mengangkat bersama, sekaligus mengurangi risiko cedera punggung di tempat kerja.

Yang membedakan ergoCub dari humanoid kebanyakan adalah cara ia dirancang. Selama ini, insinyur biasanya menyelesaikan dulu perangkat keras robot, lalu mengembangkan perangkat lunak untuk menutupi kekurangan mekanisnya. Kerangka kerja baru ini membongkar urutan lama tersebut — tubuh, sensor, aktuator, dan algoritma kendali dirancang secara bersamaan, dengan manusia yang menjadi mitra kerja turut dimodelkan sebagai bagian dari sistem itu sendiri, seperti dijelaskan dalam makalah riset tim tersebut.

Proses desainnya dimulai dari optimalisasi morfologi robot: panjang tungkai, penempatan sendi, distribusi bobot, hingga struktur tubuh secara keseluruhan. Bukan performa robot semata yang dikejar, melainkan performa tim manusia-robot secara gabungan. Setelah desain fisik itu matang, tim mengembangkan arsitektur kendali seluruh tubuh yang cerdas — robot terus membangun dan memperbarui model internal tentang mitra manusianya lewat data sensor, sehingga bisa memprediksi gerakan, menyinkronkan aksi, menyesuaikan diri dengan berbagai ukuran dan kekuatan tubuh orang, sekaligus memantau indikator biomekanik seperti beban di punggung bawah secara real-time.

ergoCub sendiri dikembangkan dari basis robot iCub milik IIT, namun dengan perangkat keras dan lunak yang telah dioptimalkan lewat kerangka kerja terintegrasi ini. Dalam eksperimen mengangkat bersama, robot berhasil mengikuti gerakan manusia sambil menyesuaikan bantuannya secara dinamis berdasarkan postur dan gerak orang tersebut. Kemampuan kuncinya adalah mengestimasi torsi yang bekerja pada sendi lumbosakral manusia — area punggung bawah yang paling rawan cedera saat mengangkat beban — lalu menyesuaikan gaya dan gerakannya sendiri untuk menekan beban biomekanik itu secara signifikan, seperti dilaporkan TechXplore.

Menariknya, proses optimalisasi ini juga menguntungkan robot itu sendiri: dibandingkan pendahulunya, ergoCub tercatat berjalan lebih cepat dan lebih efisien energi. Filosofi desain ini pun telah diperluas ke Gene.01, humanoid generasi baru dari GenerativeBionics, yang dirancang modular agar bisa disesuaikan untuk manufaktur, logistik, hingga layanan kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *