Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
August 18, 2026
TEKNOLOGI

Smartphone ZTE Nubia Z70 Ultra Disulap Jadi Gaming PC, Jalankan The Witcher 3

  • August 15, 2026
  • 2 min read
Smartphone ZTE Nubia Z70 Ultra Disulap Jadi Gaming PC, Jalankan The Witcher 3

TEKNOLOGI – Seorang penggemar perangkat keras melakukan modifikasi ekstrem pada ZTE Nubia Z70 Ultra dengan mengubahnya menjadi semacam komputer gaming portabel. Berdasarkan laporan Tom’s Hardware, perangkat tersebut dipasangi dua pendingin CPU desktop untuk mengatasi keterbatasan termal yang biasanya membatasi performa chipset smartphone. Hasilnya cukup mengejutkan: ponsel tersebut mampu menjalankan The Witcher 3 pada resolusi 1080p dengan pengaturan grafis Ultra dan menghasilkan sekitar 20–30 frame per detik.

Nubia Z70 Ultra yang digunakan memiliki Snapdragon 8 Elite, RAM 24 GB, serta penyimpanan internal 1 TB. Dalam modifikasi ini, komponen yang dianggap tidak diperlukan dilepas, termasuk kamera dan layar bawaan. Layar kemudian dipasang kembali pada casing akrilik khusus, sementara bagian utama perangkat dibiarkan terbuka agar sistem pendingin desktop dapat ditempatkan langsung di area yang membutuhkan pelepasan panas.

Tujuan utama eksperimen tersebut bukan sekadar membuat ponsel terlihat seperti PC, melainkan menguji seberapa jauh performa chipset mobile dapat didorong apabila persoalan temperatur dikurangi. Smartphone pada umumnya memiliki ruang yang sangat terbatas sehingga produsen harus menggunakan sistem pendinginan berukuran kecil. Ketika beban berat berlangsung lama, panas dapat membuat sistem menurunkan kecepatan kerja chipset untuk menjaga temperatur tetap terkendali.

Dalam pengujian, perangkat hasil modifikasi mencetak skor 10.533 poin pada 3DMark. Angka tersebut disebut mampu mengungguli sejumlah perangkat lain yang juga menggunakan Snapdragon 8 Elite. Peningkatan ini memperlihatkan bagaimana kemampuan pendinginan dapat berpengaruh terhadap performa berkelanjutan sebuah chipset mobile.

Modder tersebut juga mengubah lingkungan perangkat lunaknya agar lebih menyerupai komputer desktop. Dengan memanfaatkan Termux dan lingkungan desktop Linux XFCE4 di atas Android, ia menjalankan sejumlah perangkat lunak kompatibilitas seperti Wine, Box64, dan Hangover untuk menjalankan gim Windows. Pendekatan tersebut memungkinkan perangkat keras smartphone digunakan untuk kebutuhan yang biasanya lebih identik dengan PC.

Meski hasilnya menarik, konfigurasi tersebut tentu jauh dari praktis untuk penggunaan sehari-hari. Dua pendingin CPU desktop membuat perangkat kehilangan keunggulan utama smartphone berupa bentuk ringkas dan mudah dibawa. Eksperimen ini lebih tepat dilihat sebagai demonstrasi kemampuan tersembunyi chipset mobile ketika kendala termal dikurangi secara drastis. Bagi industri perangkat keras, proyek tersebut juga memperlihatkan bahwa batas performa smartphone tidak hanya ditentukan oleh kemampuan silikon, tetapi juga oleh seberapa efektif perangkat mampu membuang panas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *