Anker Nano Travel Charger 5-in-1, Satu Adaptor Ringkas untuk Menemani Perjalanan ke Berbagai Negara

Jayak
By
7 Min Read

TEKNOLOGI – Smartphone, smartwatch, earbuds, tablet hingga kamera kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari perjalanan. Namun, kebutuhan menjaga seluruh perangkat tersebut tetap terisi daya sering menghadirkan persoalan tersendiri. Selain harus membawa beberapa charger, wisatawan yang bepergian ke luar negeri juga harus menghadapi standar stopkontak yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya.

Anker menghadirkan Anker Nano Travel Adapter (5-in-1, 20W) sebagai solusi ringkas bagi wisatawan maupun business traveler yang membutuhkan akses daya lebih praktis selama perjalanan. Dalam satu perangkat, travel adapter ini menyediakan empat jenis colokan internasional, satu AC outlet, dua USB-C dan dua USB-A sehingga dapat menghubungkan hingga lima perangkat secara bersamaan.

“Ketika bepergian, semakin sedikit perangkat yang perlu dibawa akan semakin memudahkan pengguna. Namun pada saat yang sama, kebutuhan daya justru semakin besar karena kita membawa smartphone, smartwatch, earbuds dan berbagai perangkat lainnya. Anker Nano Travel Adapter kami hadirkan untuk menyederhanakan kebutuhan tersebut melalui satu perangkat yang ringkas dan fleksibel,” ujar Flame Xia, Country Director Anker Innovations Indonesia.

Perbedaan standar stopkontak menjadi persoalan nyata bagi wisatawan internasional. International Electrotechnical Commission (IEC) mendokumentasikan beragam sistem plug dan socket yang digunakan di berbagai negara. Karena itu, charger yang biasa digunakan di Indonesia belum tentu dapat langsung terhubung dengan stopkontak di negara tujuan.

Anker Nano Travel Adapter mengatasi persoalan tersebut dengan menyediakan Type A, Type C, Type G, dan Type I dalam satu perangkat. Type A antara lain digunakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang, Type C banyak ditemukan di Eropa dan berbagai negara lainnya, Type G umum digunakan di Inggris serta sejumlah negara Asia, sedangkan Type I digunakan antara lain di Australia dan China. Menurut informasi resmi Anker, kombinasi tersebut memungkinkan Nano Travel Adapter digunakan di 146 negara.

Bukan hanya soal kompatibilitas colokan, perangkat ini juga dirancang untuk mengurangi jumlah charger yang perlu dibawa. Satu AC outlet, dua USB-A, dan dua USB-C memungkinkan hingga lima perangkat terhubung secara bersamaan. Bagi wisatawan yang membawa smartphone, smartwatch, earbuds, tablet, dan kamera, satu travel adapter dapat menjadi pusat pengisian daya ketika tiba di hotel.

Salah satu port USB-C mampu menghasilkan daya maksimum 20W. Berdasarkan pengujian internal Anker, output tersebut mampu mengisi baterai iPhone 16 hingga 50 persen dalam waktu sekitar 28 menit. USB-C kedua mendukung output hingga 15W, sementara masing-masing USB-A mendukung hingga 12W. Ketika beberapa USB digunakan secara bersamaan, pembagian daya akan menyesuaikan konfigurasi perangkat yang terhubung.

“Waktu selama perjalanan sangat berharga. Pengguna mungkin hanya memiliki waktu singkat untuk mengisi smartphone sebelum kembali melakukan aktivitas. Karena itu kami tidak hanya berfokus pada kompatibilitas internasional, tetapi juga menyediakan USB-C fast charging agar perangkat dapat kembali digunakan dengan lebih cepat,” tambah Flame Xia.

Portabilitas menjadi keunggulan penting lainnya. Anker Nano Travel Adapter memiliki desain yang diklaim 43 persen lebih kecil dibandingkan model sejenis yang menjadi pembanding Anker. Kaki colokannya dapat dilipat dan ditarik kembali ke dalam bodi sehingga perangkat menjadi lebih rapi ketika dimasukkan ke dalam tas, pouch gadget, maupun koper.

Dimensinya sekitar 3,39 × 1,97 × 0,98 inci dengan bobot sekitar 3,77 ons atau sekitar 107 gram. Ukuran tersebut membuatnya praktis untuk perjalanan singkat maupun perjalanan internasional yang mengharuskan pengguna menghemat ruang di dalam bagasi.

Aspek keamanan juga menjadi perhatian. Perangkat menggunakan sistem 2-pin to 2-pin connection yang dirancang untuk membantu memberikan koneksi yang aman sekaligus mengurangi risiko sengatan listrik. Anker juga melengkapinya dengan sistem perlindungan seperti pengendalian temperatur dan perlindungan terhadap hubungan arus pendek.

Meski demikian, pengguna perlu memahami perbedaan antara travel adapter dan voltage converter. Anker Nano Travel Adapter tidak mengubah tegangan listrik dari negara tujuan. Karena itu, sebelum menghubungkan perangkat elektronik melalui AC outlet, pengguna tetap perlu memastikan perangkat tersebut mendukung tegangan listrik yang tersedia di negara yang dikunjungi. Banyak charger smartphone dan laptop modern telah mendukung rentang 100–240V, tetapi informasi input pada masing-masing perangkat tetap perlu diperiksa sebelum digunakan.

Kombinasi universal plug, lima koneksi perangkat, USB-C fast charging 20W, serta bodi yang ringkas membuat Nano Travel Adapter relevan tidak hanya untuk perjalanan internasional. Dalam perjalanan domestik, perangkat ini juga dapat membantu ketika kamar hotel atau tempat menginap hanya menyediakan stopkontak dalam jumlah terbatas, sementara pengguna membawa beberapa gadget yang harus diisi pada malam yang sama.

“Tujuan kami adalah membuat kebutuhan charging selama perjalanan menjadi lebih sederhana. Pengguna cukup membawa satu perangkat untuk menghadapi berbagai tipe stopkontak sekaligus mengisi beberapa gadget yang mereka gunakan sehari-hari. Bentuk yang kecil juga membuat Nano Travel Adapter mudah menjadi bagian dari perlengkapan perjalanan tanpa banyak mengambil ruang,” tutup Flame Xia.

Anker Nano Travel Adapter (5-in-1, 20W) kini dapat diperoleh melalui kanal online resmi Anker Indonesia seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Blibli.com. Dengan empat tipe colokan internasional, kemampuan menghubungkan hingga lima perangkat sekaligus, USB-C fast charging 20W, serta desain 43 persen lebih ringkas, perangkat ini dibanderol dengan harga sekitar Rp350 ribuan.

Tentang Anker Innovations Indonesia

Anker Innovations Indonesia merupakan bagian dari Anker Innovations, perusahaan teknologi global yang mengembangkan berbagai perangkat untuk mendukung kehidupan digital masyarakat, mulai dari solusi pengisian daya dan energi hingga perangkat smart home dan audio.

Pada September 2026, Anker Innovations mengumumkan strategi “One Anker, One Brand”, yang secara bertahap menyatukan portofolio sub-brand perusahaan ke dalam satu identitas Anker. Melalui strategi tersebut, lini bisnis perusahaan bergerak menggunakan identitas seperti Anker Charging, Anker SOLIX, Anker eufy, Anker soundcore, dan Anker eufyMake. Transformasi ini ditujukan untuk menghadirkan identitas yang lebih terintegrasi sekaligus memperjelas hubungan berbagai inovasi dan kategori produk di bawah ekosistem Anker.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *