TEKNOLOGI – Traveling saat ini hampir tidak dapat dipisahkan dari smartphone. Mulai dari menyimpan tiket elektronik, melakukan pembayaran, mencari lokasi melalui navigasi, memesan transportasi, mengabadikan perjalanan hingga berkomunikasi, semuanya bergantung pada satu perangkat yang sama. Kondisi tersebut membuat ketersediaan daya menjadi semakin penting, terutama ketika perjalanan berlangsung sepanjang hari dan akses terhadap stopkontak tidak selalu tersedia.
Anker menghadirkan Anker MagGo Power Bank 10K Slim sebagai solusi untuk pengguna yang membutuhkan kapasitas daya besar tanpa harus membawa power bank berukuran tebal. Perangkat ini menggabungkan kapasitas 10.000mAh, magnetic wireless charging bersertifikasi Qi2 hingga 15W, serta USB-C dengan output hingga 30W dalam bodi yang hanya memiliki ketebalan sekitar 14,7 mm.
“Saat traveling, smartphone menjadi salah satu perangkat yang paling sering digunakan, sementara kesempatan untuk berhenti dan mencari stopkontak belum tentu selalu tersedia. Melalui Anker MagGo Power Bank 10K Slim, kami ingin memberikan kapasitas yang cukup besar dalam bentuk yang tetap ringkas sehingga pengguna bisa mendapatkan tambahan daya tanpa terlalu membebani mobilitas mereka,” ujar Flame Xia, Country Director Anker Innovations Indonesia.
Desain menjadi salah satu keunggulan utama perangkat ini. Dengan dimensi sekitar 104 x 70,6 x 14,7 mm, MagGo 10K Slim memiliki bentuk yang relatif tipis untuk sebuah magnetic power bank berkapasitas 10.000mAh. Permukaannya juga dirancang agar nyaman ketika berada dalam genggaman bersama smartphone.

Karakter tersebut penting ketika power bank digunakan sambil berjalan, menunggu penerbangan, menggunakan navigasi di tempat wisata, atau mengambil foto dan video. Pengguna tidak harus selalu memasukkan smartphone ke dalam tas ketika melakukan pengisian karena power bank dapat menempel secara magnetik pada bagian belakang iPhone yang kompatibel.
Kemudahan tersebut didukung teknologi Qi2-certified wireless charging hingga 15W. Qi2 menggunakan Magnetic Power Profile yang membantu menyelaraskan posisi perangkat dengan transmitter melalui sistem magnetik. Wireless Power Consortium menjelaskan bahwa magnetic attachment dan alignment merupakan bagian dari standar Qi2, sehingga posisi antara charger dan perangkat dapat dipertahankan secara lebih presisi selama proses pengisian.
Bagi pengguna iPhone yang kompatibel dengan MagSafe, Anker MagGo mampu memberikan wireless charging hingga 15W. Dengan demikian, pengguna cukup menempelkan power bank ke bagian belakang smartphone tanpa harus menghubungkan kabel setiap kali membutuhkan tambahan daya.
“Wireless charging menjadi semakin relevan untuk pengguna dengan mobilitas tinggi karena proses pengisian dapat dilakukan dengan lebih sederhana. Cukup tempelkan power bank dan pengguna tetap dapat memegang smartphone untuk navigasi, komunikasi atau aktivitas lainnya selama perjalanan,” tambah Flame Xia.
Kapasitas 10.000mAh menjadi pembeda penting lainnya. Kapasitas tersebut memberikan cadangan energi lebih besar untuk perjalanan panjang dibandingkan magnetic power bank berkapasitas 5.000mAh, namun Anker tetap mempertahankan profil perangkat yang relatif tipis. Hal ini menjadikannya menarik untuk perjalanan seharian, business trip, maupun liburan ketika pengguna lebih banyak berada di luar hotel.
Pengguna juga tidak harus selalu menggunakan pengisian wireless. Ketika membutuhkan kecepatan lebih tinggi, port USB-C mampu memberikan output hingga 30W pada penggunaan yang sesuai. Port yang sama mendukung input hingga 30W untuk mengisi ulang power bank. Fleksibilitas ini memberikan dua pilihan kepada pengguna: magnetic wireless charging untuk kenyamanan atau USB-C ketika kecepatan menjadi prioritas.
Aspek temperatur juga mendapat perhatian karena panas menjadi salah satu tantangan dalam wireless charging, terlebih ketika perangkat berada langsung dalam genggaman. Anker menggunakan teknologi Wireless PowerIQ dan ActiveShield untuk membantu mengelola proses pengisian dan temperatur perangkat.

Menurut spesifikasi resmi Anker, sistem ActiveShield memonitor temperatur lebih dari tiga juta kali dalam sehari dan dirancang untuk mempertahankan temperatur operasional di bawah 104°F atau sekitar 40°C. Pengelolaan panas tersebut membuat perangkat lebih nyaman digunakan ketika menempel pada smartphone dalam aktivitas sehari-hari.
“Desain tipis tidak boleh mengorbankan pengelolaan panas dan keamanan. Karena power bank ini dirancang untuk tetap berada dekat dengan tangan pengguna dan smartphone selama pengisian, kontrol temperatur menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman menggunakan MagGo,” jelas Flame Xia.
Kombinasi tersebut membuat MagGo 10K Slim relevan untuk perjalanan modern. Pengguna tidak perlu lagi memilih secara tegas antara kapasitas besar dan portabilitas. Dalam satu perangkat, mereka mendapatkan kapasitas 10.000mAh untuk penggunaan lebih panjang, wireless charging untuk kemudahan, USB-C 30W ketika membutuhkan pengisian lebih cepat, serta desain tipis yang lebih mudah dibawa.
Bagi traveler, manfaat tersebut terasa ketika berada di bandara, kereta, kendaraan, destinasi wisata atau tempat lain dengan akses listrik terbatas. Smartphone dapat tetap digunakan untuk menunjukkan boarding pass, memesan kendaraan, membuka peta, mengambil foto, hingga melakukan pembayaran tanpa harus terus mencari stopkontak.
Anker MagGo Power Bank 10K Slim (A1664) kini dapat diperoleh melalui kanal online resmi Anker Indonesia seperti Shopee, TikTok Shop, Tokopedia, dan Blibli.com. Dengan kapasitas 10.000mAh, Qi2 magnetic wireless charging hingga 15W, USB-C hingga 30W, desain setipis sekitar 14,7 mm, serta sistem pengelolaan temperatur ActiveShield, perangkat ini dibanderol dengan harga sekitar Rp 1juta-an.
Tentang Anker Innovations Indonesia
Anker Innovations Indonesia merupakan bagian dari Anker Innovations, perusahaan teknologi global yang mengembangkan berbagai solusi untuk mendukung kehidupan digital masyarakat, mulai dari teknologi charging dan energi hingga perangkat smart home, audio, video, serta creative tools.
Pada September 2026, Anker Innovations mengumumkan strategi “One Anker, One Brand” untuk secara bertahap menyatukan portofolio perusahaan di bawah identitas Anker. Melalui strategi tersebut, berbagai lini perusahaan bergerak menggunakan identitas Anker Charging, Anker SOLIX, Anker eufy, Anker soundcore, dan Anker eufyMake. Langkah ini bertujuan menghadirkan identitas yang lebih terintegrasi sekaligus memperjelas hubungan berbagai inovasi dan kategori produk dalam satu ekosistem Anker.
