Huawei dan Qualcomm Sepakati Lisensi Teknologi Chip 5G dan AI untuk Perkuat Inovasi Global

Kesepakatan lisensi paten kedua raksasa teknologi menandai perkembangan baru dalam persaingan industri semikonduktor dan komunikasi global.

Jayak
By
2 Min Read

TEKNOLOGI – Huawei dan Qualcomm mencapai kesepakatan lisensi paten multiyear yang mencakup teknologi penting, mulai dari jaringan 5G, komputasi, kecerdasan buatan (AI), hingga infrastruktur jaringan. Menurut laporan Huawei Central, perjanjian ini menjadi perkembangan penting dalam hubungan kedua perusahaan di tengah persaingan teknologi global dan pembatasan akses Huawei terhadap sejumlah teknologi asal Amerika Serikat.

Kesepakatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan portofolio paten masing-masing, tetapi juga mencakup rencana pembelian sejumlah paten Amerika Serikat milik Huawei oleh Qualcomm. Transaksi ini masih memerlukan persetujuan regulator sebelum dapat diselesaikan. Nilai finansial dan ketentuan terperinci perjanjian belum diumumkan secara lengkap kepada publik.

Salah satu aspek yang menarik perhatian adalah cakupan teknologi 5G. Reuters melaporkan bahwa perjanjian ini merupakan kesepakatan lisensi paten pertama antara Huawei dan Qualcomm yang secara khusus mencakup teknologi 5G. Sebelumnya, kedua perusahaan telah menjalin hubungan lisensi selama bertahun-tahun, termasuk ketika Huawei mulai membayar biaya lisensi kepada Qualcomm pada 2001.

John Han, Wakil Presiden Eksekutif sekaligus General Manager Qualcomm Technology Licensing, menyatakan bahwa kesepakatan tersebut menegaskan pengakuan industri terhadap kepemimpinan Qualcomm dalam teknologi 5G dan keberhasilan program lisensi patennya. Sementara itu, Alan Fan, Kepala Kekayaan Intelektual Huawei, menyoroti investasi penelitian dan pengembangan perusahaan selama puluhan tahun, termasuk kontribusinya terhadap standar komunikasi 4G dan 5G.

Hubungan kedua perusahaan sebelumnya sempat diwarnai perselisihan mengenai kebijakan royalti paten. Pada Juli 2020, Huawei menyetujui pembayaran sekitar US$1,8 miliar kepada Qualcomm sebagai bagian dari penyelesaian sengketa lisensi. Kini, kerja sama baru tersebut memperlihatkan pentingnya kekayaan intelektual dalam industri teknologi modern.

Bagi Huawei, pendapatan dari lisensi paten menjadi semakin penting sejak pembatasan perdagangan Amerika Serikat pada 2019 memengaruhi akses perusahaan terhadap sejumlah teknologi. Reuters melaporkan bahwa nilai keseluruhan perjanjian lisensi paten Huawei diperkirakan melampaui US$6,9 miliar setelah kesepakatan terbaru ini rampung.

Meski demikian, perjanjian tersebut tidak otomatis berarti Qualcomm akan memasok cip kepada Huawei. Dampak langsungnya lebih berkaitan dengan hak kekayaan intelektual dan pemanfaatan teknologi. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada persetujuan regulator serta implementasi kesepakatan oleh kedua perusahaan.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *