Netwriter can get reward Join NowDaftar / Login Netwriter
July 22, 2024
SPOOTLIVE

Mengenal Tor Browser, Mesin Telusur Yang Bisa Akses Darkweb

Wijaya
  • Juli 8, 2024
  • 3 min read
Mengenal Tor Browser, Mesin Telusur Yang Bisa Akses Darkweb

SPOOTLIVE Dark web, bagian tersembunyi dari internet yang tidak dapat dijelajahi melalui mesin pencari biasa, kerap menjadi sorotan karena kontroversi dan kekhawatiran. Keberadaannya semakin mencuat tatkala kasus peretasan ransomware meledak dua pekan terakhir. Berbeda dengan web permukaan yang kita akses setiap hari, dark web hanya dapat diakses menggunakan perangkat lunak khusus seperti The Onion Router, atau yang lebih dikenal sebagai Tor Browser. Mari kita telusuri penjelasan dan sejarah dari Tor Browser.

Mengutip dari National Cyber Security Centre (NCSC), Tor Browser muncul sebagai solusi untuk melindungi anonimitas pengguna internet. Tor Browser awalnya dikembangkan pada pertengahan 1990-an oleh Laboratorium Penelitian Angkatan Laut Amerika Serikat, dengan tujuan utama melindungi komunikasi intelijen AS. Proyek ini kemudian diserahkan ke sektor publik, dan pada tahun 2002, kode sumber Tor dirilis di bawah lisensi bebas.

Baca Juga: Begini Cara Kerja Ransomware Yang Digunakan Hacker Untuk Membobol PDNS

Tor, yang kini dikelola oleh organisasi nirlaba The Tor Project, Inc., bekerja dengan mengirimkan lalu lintas internet pengguna melalui jaringan relay yang tersebar di seluruh dunia. Setiap relay, atau node, mengenkripsi lalu lintas dan hanya mengetahui alamat node sebelum dan sesudahnya dalam rantai, membuatnya sulit melacak sumber asli lalu lintas.

Meskipun sering dikaitkan dengan aktivitas ilegal, Tor memiliki banyak penggunaan sah yang penting:

  1. Perlindungan Privasi: Bagi individu yang tinggal di negara dengan sensor internet ketat, Tor menyediakan akses ke informasi tanpa khawatir pemantauan pemerintah.
  2. Jurnalisme dan Aktivisme: Jurnalis dan whistleblower menggunakan Tor untuk berkomunikasi dengan aman dengan sumber mereka dan melindungi identitas informan.
  3. Penelitian Sensitif: Peneliti medis dan sosial memanfaatkan Tor untuk melakukan penelitian tentang topik-topik sensitif tanpa mengungkapkan identitas partisipan.
  4. Bisnis: Beberapa perusahaan menggunakan Tor untuk melindungi informasi rahasia dari pesaing atau pihak yang tidak berwenang.
Baca Juga:  7 Cara Mengembangkan Pola Pikir yang Optimis

Namun, anonimitas yang ditawarkan Tor juga menarik perhatian mereka yang ingin menyembunyikan aktivitas ilegal:

  1. Web Marketplaces: Pasar gelap online seperti Silk Road, yang terkenal karena perdagangan narkoba, beroperasi melalui layanan tersembunyi Tor.
  2. Penyebaran Konten Ilegal: Tor telah digunakan untuk menyebarkan materi eksploitasi anak dan konten ekstremis lainnya.
  3. Kejahatan Siber: Beberapa pelaku kejahatan siber menggunakan Tor untuk menyembunyikan identitas mereka saat melakukan serangan atau menyebarkan malware.
  4. Penghindaran Sanksi: Ada kekhawatiran bahwa Tor dapat digunakan untuk menghindari sanksi ekonomi internasional.

Dengan kemampuan untuk melindungi privasi dan identitas pengguna, Tor Browser memang menawarkan alat yang kuat untuk kebebasan internet. Namun, seperti pedang bermata dua, teknologi ini juga membuka pintu bagi aktivitas ilegal. Dalam konteks ini, penting bagi pengguna dan pembuat kebijakan untuk menyeimbangkan antara kebebasan dan keamanan, serta terus mencari cara untuk mengurangi risiko penyalahgunaan teknologi ini.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *