GPU Terkecil di Dunia Lolos Uji, Versi Baru Siap Meluncur
Hanya ratusan ribu transistor, tetapi mampu menghadirkan grafis 3D yang mengejutkan.
TEKNOLOGI – Sebuah proyek GPU berukuran sangat kecil kembali menarik perhatian komunitas teknologi setelah berhasil melewati pengujian pada perangkat silikon nyata. TinyGPU v2.0, rancangan karya pengembang FPGA sekaligus penggemar komputer retro Pongsagon Vichit, menunjukkan bahwa sebuah prosesor grafis dengan sekitar 240.000 transistor tetap mampu menjalankan proses grafis 3D secara mandiri. Menurut laporan Tom’s Hardware, pencapaian tersebut menjadi langkah penting sebelum pengembangan TinyGPU v3.0 yang dijadwalkan hadir pada 2026.
Berbeda dengan GPU modern yang mengusung puluhan hingga ratusan miliar transistor, TinyGPU v2.0 mengandalkan desain yang sangat sederhana. Chip ini mampu melakukan rasterisasi, transformasi objek, serta pencahayaan (Transformation & Lighting/T&L), teknologi yang pernah menjadi ciri khas GPU generasi awal seperti Nvidia GeForce 256. Meski kemampuan komputasinya jauh di bawah kartu grafis masa kini, proyek tersebut membuktikan bahwa konsep dasar pemrosesan grafis masih dapat diwujudkan dalam ukuran yang sangat ringkas.
Dalam pengujian, TinyGPU v2.0 berjalan pada frekuensi 25 MHz menggunakan papan FPGA Basys3. Chip tersebut dapat merender model tiga dimensi hingga sekitar 1.000 segitiga pada resolusi 320 × 240 piksel dengan kedalaman warna 4-bit. Kecepatan tampilannya berkisar antara 7,5 hingga 15 frame per detik, bergantung pada kompleksitas objek yang dirender. Walaupun performanya tidak ditujukan untuk menjalankan gim modern, hasil tersebut dinilai cukup mengesankan mengingat jumlah transistor yang digunakan sangat minim dibandingkan GPU komersial.
Vichit juga memperlihatkan demonstrasi ketika model 3D dikendalikan menggunakan kontroler Super Nintendo klasik. Pengguna dapat memutar objek sekaligus mengubah arah sumber cahaya secara waktu nyata. Melalui unggahannya, ia menulis, “TinyGPU v2.0 adalah GPU mandiri yang mampu menampilkan model dari memori flash dan merender hingga 1.000 segitiga.” Pernyataan itu sekaligus memperlihatkan fokus proyek ini sebagai sarana pembelajaran sekaligus eksplorasi desain GPU berskala kecil.
Selain mendukung teknik backface culling, TinyGPU v2.0 juga menggunakan double buffer 4-bit dan depth buffer 8-bit yang disimpan pada memori QSPI eksternal. Seluruh rancangan tersebut telah diajukan ke program Tiny Tapeout untuk diproduksi dalam bentuk chip silikon. Sementara itu, Vichit mengungkapkan bahwa pengembangan TinyGPU v3.0 sudah berlangsung dan ditargetkan meluncur pada 2026 dengan membawa peningkatan kemampuan grafis tanpa meninggalkan filosofi desain yang ringkas dan efisien.
