Norwegia Ciptakan Robot Ular Penjaga Pipa Bawah Laut
TEKNOLOGI – Selama ini, mengawasi pipa minyak atau kabel bawah laut selalu berarti mengirim kapal. Kru berlayar ke lokasi, menurunkan kendaraan bawah air lewat kabel panjang, lalu menghabiskan bahan bakar hanya untuk menunggu di atas permukaan. Menurut laporan Autonocion, sekitar 90 persen biaya inspeksi semacam ini justru habis untuk kapalnya, bukan robotnya, seperti diakui perusahaan survei Norwegia, Argeo.
Perusahaan kecil Norwegia, Eelume, menghabiskan satu dekade untuk mencari jalan keluar dari masalah itu. Mereka menciptakan robot yang berbentuk ular, memiliki panjang sekitar enam meter, dan alih-alih diturunkan dari kapal setiap kali ada pekerjaan, ia justru tinggal permanen di dasar laut. Ia bersandar di stasiun docking, mengisi daya sendiri, lalu berenang keluar saat ada yang perlu diperiksa.
Ide ini sudah muncul sejak 2015, lahir sebagai hasil riset Norwegian University of Science and Technology dan SINTEF, digagas oleh Kristin Ytterstad Pettersen dan Pål Liljebäck. Bentuknya memungkinkan dua gaya gerak: bergelombang seperti ular laut sungguhan untuk kerja presisi di ruang sempit, atau meluruskan tubuh menjadi torpedo kaku saat perlu menempuh jarak jauh.
Robot ini mampu bertahan hingga enam bulan di kedalaman sampai 500 meter tanpa bantuan kapal permukaan, dengan jangkauan sekali cas sekitar 20 kilometer pergi-pulang. Menurut laporan Maritime Executive, satu stasiun docking bisa melayani area sekitar 20 mil laut persegi.
Dari sekadar proyek riset, Eelume kini menjadi bisnis nyata. Argeo menjadi pelanggan komersial pertama pada 2021, lalu raksasa energi Equinor membeli unit generasi terbaru, Eelume S, pada September 2025. “Peralihan dari demonstrasi ke adopsi menunjukkan visi kami telah menjadi kenyataan,” ujar CEO Eelume, Thomas Nygaard, saat kesepakatan itu diumumkan.
Yang membuat teknologi ini makin menarik perhatian adalah gelombang sabotase kabel dan pipa di dasar Laut Baltik dan Laut Utara belakangan ini, sering terjadi dekat kapal yang jangkarnya “kebetulan” terseret. Karena itu, Kementerian Pertahanan Norwegia menandatangani kontrak riset tiga tahun pada April 2026 agar Eelume S bisa dikembangkan bersama militer, termasuk untuk misi pemburu ranjau lewat sistem WP960. Menurut Nygaard, ambisinya adalah memberi operator “kendali atas setiap sentimeter persegi dan ancaman di fjord mana pun.”
